Beranda

Total Tayangan Halaman

Senin, 30 September 2013

Who is Your True Friend?


Assalamu’alaikum Bloggie cakep :)
Dah selesai amalan sunnahnya hari ini belum?
Hari ini saya mau cerita tentang SAHABAT SEJATI. Kamu dah ngerasa menemukan sahabat sejati belum?

Ustadz Ahmad Syatori pernah ngasih sebuah cerita yang berkesan sekali buat saya.
Alkisah, ada seorang pemuda yang memiliki tiga orang teman; A, B dan C.
Baginya A adalah teman yang paling menyenangkan di antara teman-teman lainnya. Gak ada hari yang ia lewatkan kecuali ia habiskan bersama A. Kemana-mana selalu berdua. Bahkan di hari-hari special, pemuda ini selalu menyisihkan kado-kado special buat A.
Temannya yang kedua, B, adalah teman yang biasa-biasa saja. Gak selalu berdua, sih.  Soalnya selalu sibuk dengan A J walhasil, ya kayak gitu. Ada atau gak ada B gak terlampau bermasalah.
Nah, kalau temannya yang C menurut pemuda ini adalah teman yang paling nyebelin, beda jauh deh sama A. Pokoknya kalau gak terpaksa, pemuda ini gak bakalan datang.
Suatu hari, pemuda ini terlibat masalah hukum dan harus mengikuti sidang di pengadilan. Maka mulailah ia berpikir mencari orang-orang yang bisa mensupport dan membelanya.
Yang namanya minta pertolongan, pasti kita mikir siapa orang yang paling dekat dengan kita, kan? Maka yang muncul dalam benak sang pemuda adalah temannya A.
Ternyata pas dimintai lontong, eh tolong, A jawab ,” Waduh, sorry Bro. Gue lagi sibuk banget, banyak kerjaan. Gak bisa deh kayaknya buat bantuin lo.” Ya Allah, kalau hati pemuda ini kayak kaca, bisa dibayangkan betapa remuknya tuh kaca. Kecewa... Udah dikasih banyak-banyak, diperhatikan dan lain-lain, tapi pas lagi susah, nyatanya kayak gitu sikapnya.
Akhirnya ia datang ke B. B ngasih jawaban kayak gini ,”Wah, saya turut prihatin dengan apa yang kamu alami. Sayangnya saya cuman bisa ngantar. Kamu sebutin aja mau diantar pake apa? Mobil mewah, jet atau helikopter, deh.” Pemuda ini cuma bisa ngedumel dalam hati, kalau gitu saya juga bisa berangkat sendiri. Sudahlah.
Mau gak mau, dia akhirnya datang ke C. Di luar dugaan ternyata ngasih jawaban begini,” Saya mau bantu kamu... Tapi, saya akan bantu kamu sesuai dengan porsi kamu ngasih perhatian ke saya.” Kalau yang kayak gini, siapa yang disalahin sama pemuda ini? Yah, dirinya sendiri. Coba tahu kalau C bakalan bantu dia, dia pasti akan lebih baik menjaga hubungan silaturrahim dengan C.
Selesai disini ceritanya. Tapi tahu gak siapa sebenarnya pemuda itu dan teman-temannya?
Bloggie cakep,
Pemuda itu adalah diri kita sendiri. Diri kita yang akan menghadapi pengadilan di hari akhir kelak.
Kalau A? Itu gambaran dunia. Teman yang kita anggap menyenangkan, hari-hari yang kita lewati hanya untuknya ternyata pada akhirnya adalah sia-sia belaka.
B adalah keluarga dan orang-orang yang kita anggap dekat dengan kita. Seberapa dekatpun kita dengan mereka, ternyata mereka cuma bisa ngantar kita nanti sampai ke liang lahat. Kecuali memang investasi kebaikan yang kita lakukan jauh-jauh hari dalam bentuk 3 amalan yang tidak terputus. Yakni ilmu yang bermanfaat, shadaqah jariyah dan anak yang shalih yang mendo’akan kedua orang tuanya. Tapi, yang itu udah kita lakukan gak, ya?
Lalu C... adalah gambaran amal kebaikan yang kita lakukan. Kadang-kadang dalam melakukannya kita masih suka terpaksa. Shalat subuh, malas-malasan. Dhuha? Entar dulu, deh. Qiyamul lail, puasa sunnah dan lain-lain. Seringkali kita anggap sebelah mata. Bahkan dipaksa dulu baru mau.
Bahkan di saat ada panggilan dari Allah versus panggilan dari bendera kesebelasan kesayangan atau peluit wasitnya, atau ada notification dari facebook atau twitter, jika sesungguhnya kita benar-benar sudah jatuh cinta pada-Nya, lambaian-lambaian tadi tiada artinya.
Kamu... mau pilih mana?


Tapi nih, tunggu dulu. Ada berita gembira buat kita yang lagi nyari the true friend. Ini baru dapat pesan dari seorang Kakak yang shalihah. Dibaca, ya?
Diriwayatkan bahwa: “Apabila penghuni syurga telah masuk ke dalam syurga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang dahulu selalu bersama mereka dahulu di dunia. Mereka bertanya tentang sahabat mereka,” Ya Rabb, kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami.”
Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,” Pergilah ke neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang dihatinya ada iman walaupun hanya sebesar zarrah”. (H. R Ibnul Mubarak dalam kitab Az-Zuhd)
Hasan al-Bashri berkata,” Perbanyaklah sahabat-sahabat mukminmu, karena mereka memiliki syafaat pada hari kiamat.”
Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada sahabatnya sambil menangis, “Jika kalian tidak menemukan aku di syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya bertanya pada Allah tentang aku. “Wahai Rabb kami, hamba-Mu si fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau. Maka masukkanlah dia bersama kami di syurga-Mu”.
Maka inilah yang patut kita cari. Ribathul ukhuwah. Semoga Allah mempertemukan dan menjaga persaudaraan kita atas dasar keimanan pada-Nya.
Terakhir,
Sudah mutusin siapa yang jadi your ‘true friend’?

2 komentar:

  1. Semoga kita bersua dan berkumpul lagi di surga sejak hari pertama ba'da penghisaban, ya, Na...
    (ngeri sekali membayangkan kemungkinan kedua, jadi doa kak, semoga kita masuk bersama-sama, di hari pertama, di surga yang paling utama, bertetangga dengan rasulullah yang mulia, Aamiin...)
    ^_^
    Nice post as usual... :)

    BalasHapus
  2. tq for sharing na...tq dah mengingatkan
    :)

    BalasHapus