Beranda

Total Tayangan Halaman

Rabu, 21 November 2012

Sebuah Negeri Indah Bernama Palestina




Ini mungkin sebuah tulisan kecil saja. Saya merasa tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan yang lainnya kalau harus membahas mengenai ini. Bagi saya menulis adalah menyalakan pelita, meskipun saat ini ada rasa sakit yang saya rasa, tapi saya masih bisa bergerak dengan menulis, dan insyaallah ia juga akan memperpanjang usia, meskipun jika saya sudah tidak ada nanti.
Ini adalah sebuah negeri indah yang benar-benar dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya. Sepertinya, ia menjadi tragedi kemanusiaan paling abadi yang diputar di layar kaca (Ustadz Felix Siawu), namun terkadang kita banyak lupa. Seorang saudara mengingatkan bahwa seharusnya kitalah yang pantas dikasihani. Mengapa? Mereka bertempur disana dengan kekuatan iman. Hafalannya saja sekian. Bayangkan, dalam waktu 2 bulan, Gaza mampu mencetak ribuan huffadz. Bagaimana ceritanya Israel gak bakalan takut?
Maka, saya benar-benar mengasihani diri saya sendiri. Di usia sebegini, sudah berapa juz yang bisa saya kuasai, dan dipersembahkan ke hadapan Allah kelak. Apalagi yang mengaku sebagai aktivis dakwah, mana sumber pelurunya, jika Al-Qur’an saja tidak ada dalam hatinya?
Saya jadi mengasihani diri sendiri. Itu baru hafalannya, bagaimana dengan ibadah lainnya? Yah, kitalah yang lebih pantas dikasihani…
Hm… Semoga dengan itu saya jadi sadar, saya masih harus banyak belajar menyempurnakan diri, jika ingin sempurna saat pulang menghadap-Nya nanti. Rabbi, seandainya masih Engkau berkenan meminjamkan nikmat usia padaku… Izinkan aku mengukir mimpi tentang sebuah negeri indah bernama Palestina. Negeri dimana jutaan anak dipersiapkan menjadi syuhada dan dengan senyum enteng menjemput syurga. Negeri dimana tidak ada ketakutan selain ketakutan yang dialamatkan hanya pada-Mu. Negeri yang setiap malamnya orang-orang tidak disibukkan oleh mimpi dunia, tapi membangun kedekatan dan kecintaan dengan berdiri mengadu pada-Mu… Negeri indah yang tidak bisa akan berhenti kulukiskan keindahannya. Palestina namanya…




Selasa, 20 November 2012

HELP ME, ALLAH… ASAP BERACUN!!!



Thanks Allah for letting me to have a father who doesnt smoke at all, so does my little brother.
Well, ada banyak hal yang akan teringat dalam memori kita saat dengar kata MEROKOK.  Iya, mulai dari orang-orang  sekitar kita (sahabat, teman, dan lain-lain) ataupun kejadian-kejadian yang berhubungan dengan asap beracun ini. 

Bermula kemarin saat pulang kampung, disaat saya lagi butuh sekali akan fresh air, penumpang lain dalam jasa travel malah merokok, parahnya, mereka semua lelaki and smokers.  Makin gak jelas nih, masa depan kehidupan dan ketenangan batin saya. Saya putuskan buka jendela mobil sebesar-besarnya, sang sopir langsung cepat tanggap dan mematikan rokoknya. Yang lain? Tetap ga ngeh, sebodo amat

Kalau di Padang, pas naik angkot juga hampir sama, umumnya itu bapak-bapak yang yang gak mau ambil peduli dengan nasib penumpang di sekitarnya. Sampai emang gak perlu pragmatic lagi, harus langsung bilang, Maaf Pak, bisa tolong matikan rokoknya? Saya alergi…”  

Alasan saya memang personil. However, do you know the real fact? 9 dari 10 orang yang kena serangan kanker paru-paru adalah disebabkan mereka menjadi perokok pasif, alias mereka yang gak ngerokok tapi malah terkena imbas yang mematikan.  Kebayang kan, betapa mereka tanpa hati tidak sadar bahwa mereka sudah jadi pembunuh? Padahal cuma 1 diantara mereka yang beresiko bakalan kena kanker paru yang mematikan.

Jadi, please buat para smokers, saya sudah jadi korban untuk kesekian kalinya. Bisa gak ya, memilih mengkonsumsinya di tempat dimana cuma Anda dan para perokok lainnya saja yang menikmati asap beracun itu?


No One, But He’s Only You…


Every one asked me about her. I don’t know what to do… I have asked everyone, but no one can help me. I can’t do it alone by myself.
Then, you blamed everything to me.
You never know that she’s always in my mind. Allah knows what we have faced for many days.

No one…
No one…
Allah Knows. He knows.



Minggu, 18 November 2012

Memaknai Silaturrahim

Silaturrahim, salah satu kata yang sangat mengena buat saya. Salah satu upaya menjaganya, ya dengan jaga komunikasi yang baik dengan orang-orang dimana kita bergaul bersama. Me myself adalah orang suka naruh handphone lalu lupa posisinya dimana. Saya punya dua hp yang saya gunakan untuk kepentingan komunikasi dan membantu aktivitas saya. Walaupun begitu, ada sedikit kejadian yang kemudian membuat saya belajar tentang bagaimana caranya menjaga silaturrahim. 

Ceritanya bermula pada saat akhir masa praktek lapangan saya disebuah kota keren, Payakumbuh. Saya pulkam dan sakit berat. Hp saya biarkan istirahat. Satu hp tidak ada bunyi dan getarnya dan satu lagi normal. Namun, teman-teman saya lebih sering memakai nomor pertama, karena mereka juga pakai nomor yang sama, dibawah brand T*******L. Teman saya ini sudah menghubungi saya sampai puluhan kali, dan parahnya, I didn’t even hear and realize it. Alhasil, bukan cuman doi yang kecewa, tapi juga orang-orang disekitar dia yang menyaksikan perjuangan dia saat menghubungi saya. Alhasil, silaturrahim itu sempat retak dan insyaallah sedang diobati dan saya coba pulihkan hingga kini. Itu juga tidak merupakan satu kejadian. Dulu juga pernah… saat hati saya lagi gondok dan tidak mau ngomong dengan siapapun, saya ditelpon. Sangat susah sekali menjaga supaya saya tidak mencak-mencak..

Sabtu, 13 Oktober 2012

IHSD Romance part II

Ini edisi selanjutnya :)
Begitu mencintai jalan ini dengan segala kisahnya... ^_^