Beranda

Total Tayangan Halaman

Jumat, 02 Desember 2011

My Fav Nasyid... Do You Wanna Listen Some?

Well, talking about music is something that really gives an influences in human's life. There are various music we had known; pop, jazz, classical, RnB, tango, salsa, etc. But, this maybe still many people over the world do not about: NASYID.
Huh, am I right? To prove my hypothesis, I give you some questions? Do you know RAIHAN (Yeah, everybody knows that), Edcoustic, Aden or Saujana, The Fikr, The Zikr, etc? (Seem you are familiar with them), but what about other munsyid all over the world?
Let's watch this video:

This tells us that to be a muslim, we just need to believe in Allah, so, let's say I'M NOT AFRAID STAND ALONE.

Or, the following video:

It's calm and enjoyable. This reminds you as slavery of Him, besides you also can learn 'aamiyah Arabic and English, Urdu or other languages.

Actually, I'll recommend you more, but just wait n' listen to them first.
These are my fav nasyid, what about you?

Kamis, 24 November 2011

Happy Teacher's Day


24/11 in the morning

I don't know the reason why I am starting to have a dream to be a teacher. My Mum is a teacher, and my Dad also is a teacher. Well, out of this, I love to be someone who can inspire people. And one of the way is become a teacher; you can deliver knowledge and the benefits is life long even till you are passed away. However, I just hope that I can be a good teacher. A big challenge for me to keep my students to keep their spirit, that education is a way to make you better.
Finally, thanks to all of my teachers and lectures, who brings me to be like this, now, and here. This is me, someone who wants to be A TEACHER.

24/11 at night

Going home... Finally. It's my third time this semester. I was surprised when I found so many snacks at home. Mum also wear a nice ring. Guess what? those all are from her students. So, the headmaster announced to the students about this and they were really enthusiastic and gave all they have. Hope they will happy for finding my Mum as their teacher, and I also hope can be like her.

Rabu, 23 November 2011

Love This: Jalan Cinta Para Pejuang

Wah, kalau baca buku ini, subhanallah, rasanya harus berulang-ulang karena bahasanya yang menginspirasi. Nih, ada yang dicatat segala dalam agenda. Semoga kamu juga suka.

Di negeri cinta
bangunlah rumahmu tempat semayam
ciptakan zaman baru
berkilauan subuh dan malam

(Iqbal)

Di hutan kulihat ada dua cabang jalan terbentang
kuambil jalan yang jarang dilalui orang
dan itulah yang membuat segala perbedaan

(Robert Frost, The Road Not Taken)


Cabutlah akar-akar zaitun dari genggaman bumi
penjarakanlah musim semi
perangilah butir-butir hujan
lakukanlah semuanya
tapi jangan coba dekati al-Aqsha!

(Jehad Rajbi)

Di lautan nikmat, dua makhluk berpisah
Yang satu tenggelam, yang satu menyelam
Kau tahu apa bedanya?


Kita yang menjalani hidup dengan mengalir seperti air
mungkin lupa bahwa air hanya mengalir
ke tempat yang lebih rendah


Keberanian sejati mengenal rasa takut
Dia tahu bagaiman takut kepada apa yang harus ditakuti
Orang-orang tulus yang menghargai hidup dengan penuh kecintaan
Mereka mendekapkanya sebagai permata yang berharga
dan mereka memilih waktu serta tempat yang tepat untuk menyerahkannya
Mati dengan penuh kemuliaan

(Eiji Yoshikawa, Mushashi)

yang paling aku takutkan ialah keakraban hati
dengan kemunkaran dan dosa
jika suatu kedurhakaan berulangkali dikerjakan
maka jiwa menjadi akrab dengannya
hingga ia tak lagi peka, mati rasa

(Hasan Az-Zayyat rahimahullah)

Yah... kata-kata yang semoga memberikan kepada kita sesuatu yang positif untuk melangkah ke depan...

Rabu, 09 November 2011

Selembar Kain Ketaqwaan, Renungan Hakikat Perjuangan Perempuan

Pagi ini, Allah menuntun rasa ana untuk menuliskan kata demi kata di akun facebook. Rasanya sedikit mencekam saja saat melihat salah seorang saudari yang tiba-tiba memposting foto dengan kondisi yang ...

Dulu selembar kain itu sangat susah untuk diperjuangkan agar ia tetap berkibar, tapi kini saat semuanya mudah
Rasanya ia dengan mudah saja dibuka, terbang seperti debu disapu angin
Ia cuma semangat untuk membuat diri jadi indah, tapi tidak untuk-Nya
Pernahkah terbayang olehmu, banyak diluar sana yang tidak bisa sepertimu
Diusir, dihina, dikeluarkan dari sekolah, dibatalkan jadi anggota parlemen, ...bahkan dibunuh...
Pengorbanan apa yang telah kita berikan untuk menjaga lembaran kain taqwa ini
Ia bukan hanya sekedar fashion, ia adalah lambang kedekatan-Mu dengan-Nya
Tersenyum bahagialah saat kau sudah yakin bahwa semua hanyalah untuk-Nya semata...
Tidakkah ingin menjadi yang dirindu syurga???

Jadilah pahlawan untuk diri sendiri dulu sebelum menjadi pahlawan bagi yang lain. Jadilah pembela kehormatanmu dengan bijak menjaga kain taqwa ini tetap indah...

Sabtu, 29 Oktober 2011

Senandung Cinta buat Papa



Papa tercinta,
Setiap detik mengingatmu, sungguh besar gelombang rindu yang menggelayuti hati. Semoga Papa senatiasa dalam lindungan Allah, terus bisa menjaga kesehatan iman dan tubuh dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Papa,
Terimakasih sudah mau melalui hari-hari yang berat buat Na dan Mama serta adik-adik. Papa yang mau membangunkan Na setiap kali Shubuh tiba padahal Na masih ingin bergelung dalm selimut karena dinginnya dini hari.
Terimakasih sudah tidak mengizinkan Na terbang jauh karena Papa masih takut puteri pertamanya tidak bisa menjaga diri.
Terimakasih sudah mengajarkan Na tilawah saat ada teman-teman di luar sana yang bahkan tidak pernah diajarkan ayahnya seperti itu ba’da maghrib
Terimakasih telah mau menemani Na kemana-mana.
Terimakasih sudah mau menemani belanja baju dengan kategori Na yang ‘berbeda’ dan Papa tahu itu.
Terimakasih telah memberikan baju yang sesuai dengan syari’at-Nya.
Terimakasih sudah menasehati setiap kekhilafan yang Na lakukan.
Terimakasih sudah mendukung segala keputusan-keputusan besar yang memberi Na jalan hidayah.
Terimakasih sudah rela berhujan-hujan mengantarkan sambal untuk Na saat sekolah jauh dari Papa dan Mama.
Terimakasih sudah memeluk Na dengan erat saat takut menahan rasa sakit.
Terimakasih atas segala cinta yang tulus Papaberikan. Semoga cinta Papa membuat kami senantiasa kuat dan tegak.
Terimakasih sudah menjadi pendengar yang baik saat kita diskusi dan saat Na mengeluarkan pendapat dengan berapi-api.
Terimakasih telah mencintai Mama dengan kasih sayang nan putih, merawatnya saat sakit, membantu Mama di rumah (bahkan Papa mau mencuci baju bersama Mama) saat kita tahu bahwa Mama tidak bisa terlalu banyak bekerja dan Na tidak ada dirumah untuk melakukan itu semua.
Bila Papa sedih Na tidak bisa pulang senantiasa tiap minggu seperti teman-teman lain, Papa harus tahu bahwa Na sedang berburu ridho-Nya, semuanya juga buat Papa.
Terimakasih sudah menghadirkan kesempatan buat Na sebagai putrid kesayangan Papa.
Allah saja yang bisa membalas semuanya.
Karena ada cinta dalam tiap helaan nafas Na buat Papa. Do’akan Ananda untuk kuat berjuang dan mewujudkan cita-cita mulia yang Nanda azzamkan.
Jelang milad Papa, senantiasa do’a ini terlafazkan, semoga Papa senantiasa mendapatkan keberkahan dan kebaikan dalam sisa hidup Papa yang kita jalani bersama.
18 November 1965 adalah tanggal pembuka, kita tak pernah tahu tanggal penutupnya. Tapi izinkan Na mengatakan bahwa do’a putrimu senantiasa mengiringimu.
Ini senandung cinta Na buat Papa…